SELAMAT DATANG DI BLOG KOMUNIKASI DAN INFORMASI DPP LDII KAB. SRAGEN JAWA TENGAH
Marsasasasa

Entri yang Diunggulkan

Delapan Bidang Karya LDII untuk Program Calon Presiden RI

Jakarta (22/9). Di moment Idul Adha 1439 H diantara pembagian daging kurban, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Ir. H. Prasetyo Suna...

Sabtu, 26 September 2015

KETUA MUI SRAGEN “ MENGAJAK KEJALAN ALLAH DENGAN BIJAKSANA “





 IPHI Sragen  (20/11/2014).   K.H. Minanul Aziz, M.Ud, ( Ketua Majelis Ulama Indonesia Sragen, periode 2009 – 2014), didampingi moderator H. Suratno, M.si.  Mengatakan, “ Agar Islam menyejukkan, penuh sopan satun, menyenangkan, penuh kedamaian,  penuh etis, etos  & kasih sayang, tidak menyakiti orang,  bagaimana metode Da’wah Islamiyahnya.”  Saat menyampaikan materi penguatan kapasitas di Pelatihan Da’i Da’iyah LDII Sragen, kerjasama antara Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen, Kesbangpolimas Sragen & DPD LDII Sragen.

Narasumber, diawal materi membangun pengertian apa itu Dawah, K.H. Minanul Aziz, M.Ud, lalu menjelaskan bahwa, Secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan Tuhan (Allah SWT). Asal kata dawah adalah da'a-yad'u-da'wah yang artinya mengajak atau menyeru. Secara istilah, da’wah bermakna ajakan untuk memahami, mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam, juga mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar). [QS. An-Nahl:125, QS. Fushshilat:33, QS. Al Qashshash:87, QS. Ali Imran:104 & 110]”.

Dilanjutkan pembahasan apa saja Metode Dawah “,  tergambar dalam QS. An-Nahl:125, yaitu dengan (1) hikmah, (2) pelajaran yang baik, dan (3) bantahlah (argumentasi) yang lebih baik. Dari ayat ini kemudian para ulama memberikan tafsiran dan pengembangan tentang metode dawah sebagai berikut:

1.      Dawah Fardiah,  dakwah yang dilaksanakan oleh pribadi-pribadi kaum Muslim dengan cara komunikasi antarpribadi, one to one, seseorang kepada orang lain (satu orang), atau seseorang kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.  Biasanya dawah fardiah terjadi tanpa persiapan. Termasuk kategori dawah seperti ini adalah menasihati teman sekerja, teguran, ajakan shalat, mencegah teman berbuat buruk, memberikan pemahaman tentang Islam kepada seseorang, dll.
2.      Dawah Ammah,  metode dawah yang umum dilakukan oleh seorang juru dawah, ustadz, atau ulama. Biasanya berupa komunikasi lisan (pidato, ceramah, tausiyah, khotbah) yang ditujukan kepada orang banyak.
3.      Dawah Bil Lisan,  metode dawah melalui perkataan atau komunikasi lisan (speaking), seperti ceramah, khotbah, atau dialog.
4.      Dawah Bil Hal, disebut juga Dawah Bil Qudwah, yaitu metode dawah melalui sikap, perbuatan, contoh, atau keteladanan, misalnya segera mendirikan sholat begitu terdengar adzan, membantu kaum dhuafa atau fakir-miskin, mendanai pembangunan masjid atau membantu kegiatan dakwah, mendamaikan orang yang bermusuhan, bersikap Islami, dll.
5.      Dawah Bit Tadwin,  disebut juga dakwah bil qolam dan dawah bil kitabah, yaitu metode dawah melalui tulisan, seperti menulis artikel, buku, menulis di blog, status di media sosial, dll.
6.      Dawah bil Hikmah,  artinya dawah dengan bijak, persuasif, dan sesuai dengan kondisi atau keadaan objek dawah (mad'u). Dawah bil Hikmah merangkum semua metode dawah sebelumnya. Dawah Bil Hikmah bisa dipahami sebagai dawah yang sesuai dengan tuntutan zaman, tuntutan kebutuhan, atau sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga efektif.
Diakhir sessi K.H. Minanul Aziz, M.Ud, menegaskan bahwa; Islam mengajarkan umatnya agar bersikap lemah-lembut dalam berdawah atau mengajak kebaikan. Rasulullah SAW dikenal kelemah-lembutannya dalam mengemban risalah Islam. Karena sikap lemah-lembut beliau itu pula Islam memiliki daya tarik sangat kuat, sebagaimana diabadikan dalam Al-Quran: (QS. Ali Imran: 159), artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” . Bahkan, menghadapi orang seburuk raja Fir’aun pun, Allah SWT tetap memerintahkan agar bersikap lemah-lembut, (QS. Thaha:43-44): Artinya: “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut.” 
Dalam training ini juga terungkap bahwa hubungan antara K.H. Minanul Aziz, M.Ud dengan LDII Sragen atau dengan anggotanya sudah terjalin sejak lama & sangat baik, saling memperkuat ukhuwah islamiyah, karena Pengurus LDII Sragen juga ada di FKUB & Dewan Penasehat DPD LDII Sragen H. Sugiyanto, SPd, anggota MUI Sragen, bahkan H. Suratno, M.Si mengajar di Sekolah yag didirikannya.  Jumlah peserta training sebanyak 175 orang terdiri dari 140 orang perwakilan PAC LDII, 20 orang perwakilan PC LDII dan 15 orang pengurus DPD LDII Sragen. Saat ini DPD LDII Sragen Mengelola 2 Pondok Pesantren , yaitu Ponpes An Nur yang berada di Barat Rumah Sakit Umum & Ponpos Budi Luhur di Gronong, Desa Sidodadi, Kec. Masaran. Hadist yang sudah dikaji di Majelis Taklim LDII yaitu Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan At Tirmidzi, & sekarang baru mengkaji Sunan Ibni Majah jilid 3.  (@nton Nov 2014)