SELAMAT DATANG DI BLOG KOMUNIKASI DAN INFORMASI DPP LDII KAB. SRAGEN JAWA TENGAH
Marsasasasa

Entri yang Diunggulkan

Delapan Bidang Karya LDII untuk Program Calon Presiden RI

Jakarta (22/9). Di moment Idul Adha 1439 H diantara pembagian daging kurban, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Ir. H. Prasetyo Suna...

Sabtu, 26 September 2015

Peningkatan Kapasitas Da’i Da’iyah LDII Oleh Kankemenag Sragen



PENINGKATAN KAPASITAS DA’I DAIY’AH LDII
OLEH KANKEMENAG SRAGEN
IPHI Sragen (19/11/2014). Kegiatan training ini kerjasama Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen dengan Dewan Pimpinan Daerah LDII Sragen. Diawali pembacaan ayat Suci Al Qur’an oleh Ustad H. Abdul Kholik, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipimpin oleh Darmawan, SPd. 
 “ Training dilaksanakan berdasarkan hasil Munas LDII ke-VII, Program kerja 2014 DPD LDII Sragen, rapat pleno DPD LDII Sragen & hasil kordinasi dengan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen. Jumlah peserta sebanyak 175 orang terdiri dari 140 orang perwakilan PAC LDII, 20 orang perwakilan PC LDII dan 15 orang pengurus DPD LDII Sragen. Pendanaan dari Kas DPD LDII Sragen, donator  dan  Pemda Kabupaten Sragen. Tujuanya yaitu membentuk Da’i, Da’iyah yang profesional religious, mewujudkan lembaga dakwah yang professional, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan mental spiritual di Sragen dalam rangka mensukseskan program Pemkab Sragen Greget Mbangun Sukowati”, demikian penjelasan Ketua Panitia Daliyo Wibisono, SH  (Wakil Ketua DPD LDII Sragen).
Dalam sambutan Ketua DPD LDII Sragen H. Soemarsono, SE, MM (juga pengurus BAZ Sragen), menegaskan; “ Antara LDII dengan Kementrian Agama memiliki kesamaan misi yaitu meningkatkan keimanan,  ketaqwaan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa & beraklaqkul karimah. Demikian juga dengan pihak aparat kepolisian & TNI yaitu menjaga keamanan & ketertiban di masyarakat, juga kerukunan, sesuai dengan motto enam thobiat luhur warga LDII (Rukun, Kompak, Kerjasama yang baik, Jujur, Amanah, Mujhid Muzhid). Narasumber yang akan memberikan pencerahan untuk meningkatkan kapasitas Da’i Da’iyah dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Sragen, Kesbangpolimas Kab. Sragen, Polres Sragen, Kodim Sragen, Dewan Pembina DPD LDII Sragen & Dewan Pimpinan Wilayah LDII Jateng. Agar nanti dapat menyesuaikan diri dengan kondisi perkembangan jaman, politik, social budaya , karena ada indikasi upaya intoleransi, untuk memecah belah umat dalam berbangsa & bernegara “.
Pembukaan pelatihan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen, Drs.H.Muh. Saidun,M.Ag, dilanjutkan memberikan pembekalan dengan materi, “Beberapa Catatan Tentang Da’wah“, dengan moderator H. Suratno,MSi. Dalam pemaparannya, menerangkan bahwa Kemenag, sebagai representasi pemerintah dalam pembinaan agama, sangat memerlukan peranserta, dukungan tokoh,  pemuka, lembaga atau organisasi keagamaan dalam membangun kehidupan beragama di Indonesia. Visi & missi Pemerintah, tidak akan berarti tanpa peranserta tersebut untuk; peningkatan bimbingan, pemahaman, penghayatan & pengamalan Agama, peningkatan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pendidikan Agama & keagamaan.  Peningkatan kualitas penyelenggaraan haji.  Pengembangan keselarasan pemahaman keagamaan dengan wawasan kebangsaan. Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Dilanjutkan isi materi pengertia da’wah yaitu, seruan, panggilan, undangan, yang menyeru atau mengajak untuk melakukan kebaikan, menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan, melarang yang mungkar, agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.  Juga bagaimana membangkitkan kesadaran manusia diatas kebaikan & bimbingan, menyuruh berbuat ma’ruf & mencegah dari yang munkar, agar diperoleh keberuntungan kebahagiaan dunia akhirat.  Karena tujuan da’wah untuk  mengubah padangan hidup (QS. Anfal : 24) & mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benderang (QS. Ibrahim : 1).
Urgensi da’wah (amar ma’ruf nahi munkar), parameternya kualitas ummat, yaitu yang tertinggi (Qs. Ali Imran : 104, 110); Amar ma’ruf , Nahi munkar , Iman kepada Allah, lalu  bagaimana methodenya, dengan cara ; Hikmah (kebijaksanaan, bagusnya pendapat/ pikiran, ilmu pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, pepatah). Al-Maraghi : “perkataan yang jelas disertai dalil/argumen yang dapat memperjelas kebenaran & hilangkan keraguan”. Dapat dipahami orang yang tidak cerdas & tidak dapat dibantah oleh orang yang pintar. Mau’idzah Hasanah: menasehati & mengingatkan akibat dari suatu perbuatan, menyuruh utuk taat, dengan kalimat yang menyentuh hati, dibarengi dengan ketauladanan (QS. An-Nahl : 125). Mujadalah: diskusi, perdebatan dengan cara-cara yang terbaik dengan orang-orang  yang; (a).menyembunyikan kebenaran, (b).mempunyai ilmu/ahli kitab, (c).mempunyai kepentingan di dunia (QS. Al-Ankabut : 46). 
Etika berd’wah yaitusSesuai Al-Qur’an & As-Sunnah. Bertanggung jawab kepada Allah SWT & manusia.  Ikhlas, hanya mengharap ridla Allah SWT. Banyak lakukan introspeksi & berbenah diri terlebih dahulu. Berikan ketauladanan. Dengan cara yang ihsan ; tidak menelanjangi siapapun, tidak menyinggung perasaaan, tidak menvonis, tidak saling menyerang yang lain. (QS. Thaha ; 44). Berkesinambungan & istiqamah. Tawakkal ; serahkan hasil akhir kpd Allah SWT.
Agar da’wah memberikan pencerahan; Perlu kesamaan visi. Kebersamaan misi. Pemetaan sasaran da’wah  ( Strength / kekuatan,  Weakness /kelemahan, Opportunity / peluang, Threat/tantangan).  Rumusan strategi yang aktual & dinamis, Jejaring/jaringan yang kuat & saling mengokohkan, Kesiapan & komitmen da’i/khotib/muballigh . Evaluasi & konsolidasi yg berkesinambungan.
Pentingnya jaringan: John Naisbitt (1980) dlm bukunya Megatrends Asia : kecenderungan paling menonjol pada masyarakat modern adalah peralihan masyarakat industri menuju masyarakat informasi, dan peralihan dari organisasi sistem hierarki kepada sistem jaringan. Di era global, dakwah sangat butuh jaringan, yang berupa hubungan horizontal & vertikal antar sejumlah elemen/ lembaga, yang berfungsi sebagai saluran informasi secara timbal balik, untuk tujuan bersama melalui tindakan tertentu. Semakin luas bentuk sebuah jaringan semakin efektif usaha yang dilakukan untuk keberhasilan program.  Tantangan & ancaman dakwah merupakan  gerakan global, jaringannya luas & dinamis ; dakwah Islam harus gunakan JARINGAN YG PERHATIKAN DINAMIKA ZAMAN.
Karakteristik dakwah ; Mengajak beriman kepada Allah. Meyakini wahyu & tidak abaikan akal. Menyeru rohani & tidak sepelekan jasad.  Perhatikan ibadah-ibadah  & tidak lupakan nilai-nilai moral/etika. Agungkan aqidah, sebarkan toleransi & kasih sayang. Pikat dengan yang ideal, tapi tetap peduli terhadap realita. Ajak serius & konsistensi, tapi tidak lupakan berhibur dan istirahat.  Orientasi global, tapi tidak lupakan aksi lokal.  Cermati modernitas & pegang teguh orsinalitas.
Problematika da’wah; Dipahami sebagai tugas & tanggung jawab sekelompok masyarakat saja. Dilakukan secara parsial, sendiri-sendiri, tanpa jaringan. Tanpa perencanaan & kemasan yang baik. Tanpa target, strategi dan pemetaan. Kurang difahami visi & missi & atau berbeda visi & missi, dan kadang saling berbenturan. Monoton, tradisional, kurang kreativitas & inovasi. Tidak mau/mampu sesuaikan perkembangan zaman. Kurang optimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Krisis ketauladanan.
Tantangan umat islam sekarang;  Meningkatnya kelompok radikalisme agama dan intoleransi masyarakat. Berkembangnya faham liberalism. Merebaknya kelompok sempalan dan paham keagamaan yang menyimpang  Terjadi dekadensi moral seperti. pornografi, pornoaksi, aborsi, perselingkuhan, free sex, kekerasan sexual, narkoba, dll. Fenomena menguatnya fanatisme mazhab. Resistensi tokoh-tokoh lintas agama terhadap kebijakan dan peran pemerintah. Fenomena urbanisasi Da’i dan Mubalig. Merosotnya pertumbuhan jumlah masjid dibanding dengan pertumbuhan rumah ibadah umat lain. Banyaknya masjid & musholla yang salah arah qiblat & menjadi perselisihan antar ummat. Berkembangnya pemikiran spekulatif  (jabariyah) yang merusak etos kerja & produktifitas masyarakat, seperti berkembangnya perjudian & undian berhadiah di mana-mana. Berkembangnya kepercayaan mistik yang akan merusak akidah pemikiran positif masyarakat. Banyaknya tanah wakaf yang masih banyak belum bersertifikat & disengketakan. Lemahnya profesionalisme pengelolaan zakat dan wakaf.  Bermunculannya lembaga amil zakat yang tidak sesuai aturan. Melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat. Lemahnya perlindungan konsumen muslim. Belum optimalnya pemberdayaan masjid.  Belum optimalnya pemberdayaan sumber-sumber ekonomi umat seperti Zakat, Luqatah, Infaq, Waris, Shadaqah, ganimah, Jariyah, fae,  Waqaf, Diyat, Jizyah, Dam, Hibah, Nadzar, Washiya, Fidyah & Kaffarah .
Selain itu Kakemenang Sragen, menyatakan LDII Sragen tidak dalam catatan aparat pemerintah yang suka membenturkan konflik social,  juga menekankan jangan menjadi Da’i, Dai’yah seperti katak dalam tempurung,  bagaimana bisa memberikan pencerahan bagi kita semua dalam membangun kehidupan berbangsa & bernegara, strategis untuk ketahanan nasional, sesuai pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bangunlah jiwanya bangunlah badanya. ( @DPD LDII Sragen)