SELAMAT DATANG DI BLOG KOMUNIKASI DAN INFORMASI DPP LDII KAB. SRAGEN JAWA TENGAH
Marsasasasa

Entri yang Diunggulkan

Delapan Bidang Karya LDII untuk Program Calon Presiden RI

Jakarta (22/9). Di moment Idul Adha 1439 H diantara pembagian daging kurban, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Ir. H. Prasetyo Suna...

Senin, 21 September 2015

RELAWAN AMAL SHOLEH LDII SENGKUYUNG TMMD KE 90

SRAGEN. Melalui Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI bersama Polri, Kementerian, Pemda dan seluruh komponen bangsa lainnya, kita tingkatkan integritas guna mendukung percepatan pembangunan dalam rangka mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan, demikian topik TMMD ke -90, dilaksanakan  serentak di 61 wilayah Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. 
Untuk wilayah Kodim 0725/Sragen,  dilaksanakan di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kab. Sragen.  Upacara pembukaan, pada hari Selasa, 14 Mei 2013, oleh Komandan Kodim  Letnan Kolonel Inf. R. Wahyu Sugiarto, S.IP., dihadiri oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman,SH,MH,  H.Daryanto,SH (Wakil bupati), H. Sugiyamto, SH (Ketua DPRD Sragen), serta anggota Forum Pimpinan Daerah kabupaten Sragen serta Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sragen, Kapolres Sragen dan jajaranya,  pramuka, Korpri, pelajar  & ormas Islam.  Sumarsono,SE, MM  ( Ketua DPD LDII Sragen) mengatakan;  “ DPD LDII  Sragen menurunkan  satuan tugas untuk mengikuti upacara pembukaan & penutupan, selain itu menurunkan relawan amal sholeh tenaga ahli bangunan untuk menyengkuyung (partisipasi, membantu, mensukseskan) proses rehab rumah tidak layak huni, pengecoran jalan umum agar proses pembangunan tepat waktu, partisipasi ini sebagai wujud implementasi enam thobiat luhur warga LDII & dimana saja sebagai orang iman agar bisa memberikan arti & tidak merugikan, juga memperkuat program pembangunan  pemerintah daerah Sragen, yaitu Gerbang  Sukowati – Gerakan Membangun Sukowati, dengan potensi yang dimiliki warga LDII Sragen bisa memberikan yang terbaik untuk mensukseskan pembangunan di Sragen ”
Pada laporanya Perwira Proyek Kapten Infantri Fathoni menggatakan; “ Kegiatan   berlangsung selama 21 hari. Kegiatan fisik yaitu pengecoran jalan direncanakan sepanjang 1.950 meter menjadi 2.600 meter, karena kswadayaan masyarakat,   serta rehap rumah tidak layak huni sebanyak 15 unit. Sedangkan kegiatan non fisik antara lain melakukan penyuluhan dalam bidang kamtibmas, pendidikan bela negara, teknologi tepat guna, PAUD serta pembinaan rohani.” 
Pada penutupan TMMD, Senin, 3 Juni 2013. Bupati Sragen - Agus Fatchurrahman,SH,MH, membacakan amanat Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jendral Sunendyo, yang pada intinya; “  Agar hasil pembangunan sarana dan prasaran fisik yg telah dicapai dapat dimanfaatkan, serta dipelihara dg baik, serta bisa dimaksimalkan lagi oleh pemerintah daerah beserta masyarakat didaerah untuk masyarakat banyak. Sedang hasil kegiatan non fisik yang berupa pembekalan pengetahuan praktis, maupun masalah sosial kemasyarakatan, kejujuran bela negara, dan kesadaran hukum, kiranya tidak hanya sekedar menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar dapat dipahami, bahkan dapat diterapkan langgsung oleh segenap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.  Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap lapisan masyarakat, prajurit TNI & Polri, pemerintah daerah dan komponen bangsa lainya, yang telah berpartisipasi secara aktif langsung maupun tidak langsung dalam mendukung kegiatan ini, merupakan wujud solidaritas, tanggungjawab kita bersama, dalam membantu kesejahteraan masyarakat, serta dalam rangka, menumbuhkan kesadaran belanegara & wawasan kebangsaan. Pelaksaan kegiatan operasional TMMD bentuk karya bakti TNI lainya, pada dasarnya memiliki dua dimensi sasaran yaitu pertama, merupakan upaya memperkokoh kemanunggalan TNI - rakyat guna mendukung terwujudnya ketahanan wilayah dalam sistem ketahanan semesta. Kedua memotivasi dan menumbuhkan semangat kegotongroyongan, guna menciptakan proses pemberdayaan masyarakat, berpartisipasi aktif & kepedulian dalam akselerasi pembangunan di pedesaan. Untuk mendukung ke 2 sasaran tersebut TNI sebagai komponen utama dalam sistem sishanta harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari  rakyat, keberhasilan TNI  untuk melaksanakan tugas pertahanan sesuai dokrin sishanta, membutuhkan kekuatan dan dukungan yang besar oleh rakayat kepada TNI. Bagaimana TNI membangun bersama dan kebersamaan dengan rakyat, TNI sangat membutuhkan bantuan agar keikutsertaan rakyat dalam mewujudkan kedaulatan wilayah yang tangguh, karena itulah kegiatan TMMD seperti ini perlu diselengarakan dan dikembangkan secara terus menerus. Selain ditujukan untuk membantu kesulitan rakyat, juga sebagai wadah efektif bagi TNI untuk menjaga memelihara menjalin tali silaturahmi serta komunikasi dengan rakyat, dengan terwujudnya hubungan emosional rasa kebersamaan & kemanunggalan  TNI - rakyat ini, hendaknya dapat dijadikan kekuatan penangkal yang handal setiap bentuk ancaman & ketahanan bangsa dan negara kita ini. Selaku penanggungjawab keberhasilan operasional TMMD regular ke-90 & sengkuyung tahap 1 tahun anggaran 2013, diseluruh kodim dijajaran Kodam IV Diponegoro, dengan ini saya serahkan hasil proyek TMMD yg telah dicapai kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat didaerah ini, untuk diberdayakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Senin, 3 Juni 2013, Jam 09.30 secara resmi ditutup, Semarang, Panglima Kodam IV Diponegoro. “  Setelah membacakan amanat, memberikan tambahan sambutan secara lisan Bupati Sragen, menekankan, menggatakan;  “ Dalam kontek lokalitas Kabupaten Sragen, yang pertama kalau TNI Manunggal Membangun Desa, sebagian dananya dibackup oleh APBD Propinsi dan kordinasinya dilakukan ditingkat Kodam. Pemerintah Kabupaten Sragen dalam skala dan ukuran yang masih kecil, melaksanakan srawung desa (bergaul ), secara rutin dan terus menerus. Disana pemerintah kabupaten hanya bisa memberikan stimulus, untuk membangun jalan kampung dimana lokasi srawung warga diadakan, melibatkan TNI, polri, dan seluruh komponen masyarakat artinya apa yang kita lakukan selama ini, dengan metode srawung warga, ada komunikasi warga efektif, ada tingalan - tingalan sejarah, walaupun nilainya tidak seberapa, tetapi saya melihat disragen, diacara srawung desa, kemanunggalan seluruh komponen anak bangsa, sangat baik dan bagus. Pagi ini semoga di Kabupaten Sragen, ditahun-tahun anggaran yang akan datang, ditahun 2014, mungkin bisa dicoba ada TMMD lokal, bukan lewat srwaung desa, bukan TMMD yang dikordinasikan lewat Kodam itu, tetapi APBD membackup sepenuhnya kegiatan seperti TMMD ini, tetapi dibiayai oleh APBD Tingkat II, saya minta teman-teman dari Sekda & pemkab, untuk menindaklanjuti proses TMMD  Kabupaten yang kita biayai dari APBD ini. Yang Kedua, mengapa kita amat sangat setuju, untuk mendorong TMMD ini, baik lewat srawung desa, yang  saya katakan itu TMMD miniatur, kalau TMMD yang besar seperti hari ini, tetapi di tahun yang akan datang ada TMMD tingkat Kabupaten, angkanya kita samakan, agar nilainya lebih bermanfaat bagi masyarakat kita.  Slogan, tentang Gerbang Sukowati, semua orang, mulai dari rakyat biasa, sampai penjabat dan anggota DPRD, harus punya Greget membangun sukowati, para pelajar berprestasi juga sudah memiliki greget sukowati “.  Setelah upacara penutupan, dilanjutkan penanaman pohon, secara simbolis diwakili oleh Bupati Sragen, Komandan Kodim 0725/Sragen, dan Kapolres Sragen. Sebelum melanjutkan peninjauan lokasi bedah rumah agar layak huni, satuan tugas LDII foto bersama dengan Bupati & Muspika Kab. Sragen, setelah memberikan ucapan selamat & sebagai ucapan terimakasih atas partisipasi, dukungan warga LDII Sragen mensukseskan TMMD ke -90. 
Pada kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Kedawung – Thoha Suprapto, menerangkan ; “ Untuk berpartisipasi membantu pembangunan program TMMD, mengerahkan warga LDII baik dari tingkat PAC Kedawung dan DPD LDII Sragen, mulai kegiatan pembukaan & penutupan TMMD sebanyak 31 orang, ngecor jalan (betonisasi) 20 orang & rehab rumah layak huni 33 orang, jumlah warga LDII yang berpartisipasi selama 21 hari total sebanyak 115 orang, walau lokasi yang dijadikan program TMMD,  warga LDII hanya 2 KK dan tidak mendapat rehab rumah, sebagai wujud ukhuwah islamiyah, saling tolong menolong dalam kebaikan,  sebagai ibadah sosial, tunduk dan patuh pada pemerintahanan yang sah di NKRI“. ( ant – 04062013)






0 komentar: