SELAMAT DATANG DI BLOG KOMUNIKASI DAN INFORMASI DPP LDII KAB. SRAGEN JAWA TENGAH
Marsasasasa

Entri yang Diunggulkan

Delapan Bidang Karya LDII untuk Program Calon Presiden RI

Jakarta (22/9). Di moment Idul Adha 1439 H diantara pembagian daging kurban, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Ir. H. Prasetyo Suna...

Rabu, 07 Oktober 2015

“ MENANG TAPI KALAH " (Hakikat Perselisihan)

Oleh Abu Sahl
 Advisor di Muhyidin Centre
 “ MENANG TAPI KALAH "
(Hakikat Perselisihan)

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ.
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yg menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang2 yg sabar. QS.Al-Anfal: 46.

Hindarilah perselisihan, sebab perselisihan sama sekali tidak mendatangkan faedah melainkan hanya kerugian semata. Bak kata pepatah "menang jadi arang kalah jadi abu".

Kalau kita berselisih dengan keluarga, walaupun kita menang hubungan kekeluargaan akan renggang.
Kalau berselisih dengan pasangan (suami/isteri). Walaupun kita menang, perasaan sayang bisa jadi akan berkurang.
Kalau kita berselisih dengan guru. Walaupun kita menang, kebarokahan menuntut ilmu dan hikmah itu akan hilang.
Kalau berselisih dengan pelanggan. Walaupun kita menang, pelanggan tetap akan lari.
Kalau berselisih dengan rekan sekerja. Walaupun kita menang, tiada lagi semangat bekerja-sama (team work).
Kalau kita berselisih dengan boss. Walaupun kita menang,  tiada lagi masa depan di tempat kerja itu.
Kalau berselisih dengan teman. Walaupun kita menang, yang pasti dia akan meninggalkan kita.
Kalau kita berselisih dengan siapapun. Walaupun kita menang, hakikatnya kita adalah orang yg kalah.

Yang menang, setan yg menjadi "qorin" (pendamping) kita.
Yang menang ego dlm diri kita.
Yang tinggi dan naik adalah emosi dan bisa jadi darah tinggi.
Yang jatuh adalah kewibawaan serta jati diri kita.

Jadi, tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan.
Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting atau berkelit.
Bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita.
Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita.

Jaga selalu kerukunan, kekompakan, dan kelancaran dalam kehidupan sehari-hari.
Jaga lisan & tulisan kita agar tidak ada hati yang tersakiti.
Semoga kita semua selalu dapat mengendalikan ego, emosi serta "qorin" yg senantiasa menyertai, dan bukan sebaliknya.

Ingat sabda Nabi:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا.
"Aku akan menjamin rumah di surga bagi seseorang yang meninggalkan perselisihan meskipun dia di pihak yg benar." HR. Abu Dawud: 4167
Semoga Allah paring barokah.

Top of Form
Bottom of Form